Tidak Seperti Menggigit Cabe

Seorang guide kepenulisan pernah berkata: menulis itu tidak seperti menggigit cabe.
Sebuah ungkapan yang sebenarnya mudah dimengerti dan dipahami. Menulis itu butuh proses, tidak langsung terasa hasilnya. Bukan instan. Pekerjaan menulis berkenaan dengan keluwesan berbahasa, kelihaian mengungkapkan pikiran, perasaan melalui bahasa. Ibarat pisau, keahlian menulis perlu diasah secara terus-menerus. Untuk itu diperlukan perjuangan, kesabaran, keuletan, kegigihan, dan keinginan yang kuat dan tak pernah habis.
Mengarang itu Gampang, kata Mas Wendo. Bagi orang yang sudah terbiasa menulis ( mengarang) mungkin pernyataan itu benar. Pengarang sejati selalu percaya diri menuliskan sesuatu yang akan ditulisnya. Pengarang sejati menulis dengan jiwa merdeka. Sementara, para pemula biasanya disibukkan oleh bayangan reaksi dan penilaian orang lain. Meskipun ide bertumpuk-tumpuk seringkali tak sempat tertuang ke dalam tulisan yang menarik karena sambil menulis Si Pemula sudah sibuk bertanya: benar tidak ya? Bagus atau tidak ya? Apakah begini cara menuliskannya? Mulai dari mana, ya? Sibuk berdialog dengan gangguan di sekitarnya hingga akhirnya tak berani menuliskan kata bermakna, meski sebaris saja.

This entry was posted in Kepenulisan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s