Terkenang Mia

Sampai sekarang saya masih mengingat nama Samaria Surbakti dengan sangat jelas.
Mia, sapaan akrabnya, pernah tinggal di Kabanjahe. Saya mengenalnya sekitar tahun 1988 ketika saya masih SPG di Lubuk Linggau. Meski hanya bertemu melalui surat, saya sangat senang bersahabat dengannya. Menurutku dia baik, dan menyenangkan saat berkomunikasi. Saya dan Mia memang berbeda suku dan agama tetapi saya bisa menerima dia sebagai sahabat seperti dia juga menerima persahabatan dari saya.
Kamunikasi antara kami terputus ketika saya kuliah si Universitas Sriwijaya Palembang tahun 1991. Kami sama-sama sibuk. Sampai sekarang. Sebenarnya, masih ada keinginan untuk berjumpa dengan Mia, tetapi situasinya mungkin sudah sangat berbeda sekarang. Banyak hal yang bisa menjadi kendala meskipun hati ini masih merindukan sahabat lama (misalnya: suaminya cemburu buta, hehehe).
Halo, Mia. Semoga kamu baik-baik saja di sana. Oman nggak lupa.

This entry was posted in Jembatan Kasih and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s